• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Warta Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
Semua Komputer Filsafat Agama Ilmu-ilmu Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Kesusastraan Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Cerpen Karya Siswa: Pesan dari Sang Teladan


Salma Afanin dari kelas 10 E-4 berhasil membuat cerita pendek yang menginspirasi siswa lainnya. Cerpen tersebut berjudul “Pesan dari Sang Teladan”. Yuk kita baca cerpen hasil karya dari Salma.

Pesan dari Sang Teladan

Oleh: Salma Afanin/32/10E-4

Suatu pagi yang cerah, udara sejuk menyapa lembut saat fajar mulai menyingsing,
menandakan hari telah dimulai. Para pelajar terlihat berbondong-bondong menuju
sekolah. Ada yang berjalan kaki, bersepeda, bahkan menaiki angkutan umum—semua
demi satu tujuan: menuntut ilmu.
Di sebuah sekolah terkemuka di Kota Yogyakarta, terdapat seorang guru yang dikenal
baik hati dan profesional. Namanya Bu Karen. Ia adalah sosok guru yang tegas namun
tidak galak, bijaksana, dan sangat peduli terhadap masa depan anak didiknya. Ia kerap
memberikan pesan serta nasihat kepada para siswa, terutama yang menunjukkan sikap
dan etika terpuji. Salah satu siswinya yang paling menonjol adalah Fani—seorang
pelajar yang ramah, berprestasi, aktif berorganisasi, dan senang membantu sesama.
Kepribadian Fani membuat Bu Karen secara alami memberi perhatian lebih, bukan
karena pilih kasih, tetapi karena Fani mencerminkan murid teladan yang sesungguhnya.
Hari itu, Fani kembali masuk sekolah setelah beberapa hari mengikuti lomba Debat
Bahasa Indonesia. Kebetulan, pelajaran pertama adalah Bahasa Indonesia yang
diampu oleh Bu Karen. Tepat waktu, Fani duduk di kelas dan mengikuti pelajaran seperti
biasa.
Ketika bel istirahat berbunyi dan Bu Karen menutup kelas dengan salam, Fani
menghampirinya.
"Permisi, Bu... Saya ingin meminta sedikit pencerahan, apakah Ibu berkenan?" tanyanya
sopan.
"Tentu, Nak. Tentang perlombaan lagi, ya? Kemarin seleksi debatnya lancar?" sahut Bu
Karen sambil tersenyum.
"Iya, Bu. Alhamdulillah, berjalan lancar. Tapi saya merasa belum cukup mampu
menjebak lawan. Saya ingin tahu tips agar bisa lebih kuat dalam berargumen." Jawab
Fani.
"Begini, Fani. Kamu hanya perlu menyusun gagasan yang kuat dan tetap teguh pada
opini yang kamu yakini. Jangan mudah goyah, tetapi tetap terbuka dengan logika." Sahut
Bu Karen menjawab pertanyaan Fani.
"Baik, Bu. Saya akan berlatih lebih keras lagi. Saya siap untuk final bulan depan!" Sahut
Fani serius.

"Bagus, Fani. Jangan lupa berdoa dan terus berusaha. Ibu yakin kamu bisa." Bu Karen
menimpali dengan senyum di wajahnya.
Selama satu bulan penuh, Fani berlatih keras demi menghadapi babak final lomba
debat tingkat nasional. Ia mempersiapkan argumen, melatih intonasi, dan mengasah
kepercayaan dirinya. Semua nasihat Bu Karen diingatnya baik-baik.
Hingga tibalah hari final. Fani tampil dengan gagah dan percaya diri. Perjuangannya
membuahkan hasil. Ia berhasil meraih juara pertama lomba Debat Bahasa Indonesia
tingkat nasional. Prestasinya membawa kebanggaan besar bagi sekolah, dan ia pun
dinobatkan sebagai siswa teladan sekaligus peraih penghargaan prestasi.
Di balik kemenangan seorang murid, tersimpan jejak langkah seorang guru yang tak
pernah lelah menuntun. Bu Karen bukan hanya pengajar, tetapi lentera dalam gelap
pencarian, yang sinarnya tak pernah padam, bahkan ketika kata-katanya terdengar
sederhana.
Fani hannyalah setitik bintang yang berani bersinar, dan Bu Karen adalah langitnya—
yang setia mendukung tanpa pamrih. Setiap nasihatnya adalah doa yang menjelma
menjadi jalan terang, dan setiap senyumnya adalah harapan yang tumbuh dalam diam.

 

 

Klik link berikut untuk membacanya:

https://drive.google.com/file/d/1tTtJgmiyqy5UXzpqVsGcyUbvlbtZqb0l/view?usp=sharing

 

PUSTAKA WIJAYA
PUSTAKA WIJAYA
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

Perpustakaan Pustaka Wijaya SMAN 6 Yogyakarta merupakan pusat sumber belajar yang menyediakan berbagai koleksi buku pelajaran, referensi, dan literatur umum untuk mendukung kegiatan akademik siswa. Dengan suasana yang nyaman dan tertata rapi, perpustakaan ini menjadi tempat yang ideal untuk membaca, belajar, maupun mencari informasi. Selain itu, fasilitas yang tersedia juga membantu meningkatkan minat baca serta menunjang proses pembelajaran di lingkungan sekolah.

Statistik Pengunjung

Hari ini 3.761
Online: 3.752 Onsite: 9
Bulan ini 58.754
Online: 58.727 Onsite: 27
Total 171.219
Online: 155.638 Onsite: 15.581

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar