Text
PUSTAKA WIJAYA
Penilaian
0,0
dari 5Berdamai dengan diri sendiri: Seni menerima diri apa adanya
Mengapa Diri Sendiri?
Sebab dia adalah musuh terhebat manusia. Dia terbilang sulit untuk dikalahkan. Seseorang yang belum selesai berurusan dengan dirinya sendiri, pastinya sulit untuk bisa peduli dan memberi manfaat untuk orang lain.
Tidak Percaya?
Banyak yang tidak menyadari bahwa konflik batin adalah permasalahan vital yang sering terabaikan.Sejauh mana diri kita bisa menereima diri sendiri, maka sejauh itulah kita bisa berdamai dengan kenyataan. Orang-orang yang sudah berdamai dengan diri sendirilah yang mampu menjalani kehidupan yang penuh tuntutan ini dengan lebih tenang.
Coba telaah lagi dirimu sambil membaca buku ini, di sana ada banyak harta karun yang terkubur karena dirimu sendiri.
Ketersediaan
| Lokasi | Kode Eksemplar | No. Panggil | Status |
|---|---|---|---|
| Perpustakaan Pusat (100) | SR9067 | 155.25 MUT b C1 | Tersedia |
| Perpustakaan Pusat (800) | SR9488 | 155.25 MUT b C2 | Tersedia |
| Perpustakaan Pusat (100) | SR9644 | 155.25 MUT b C1 | Tersedia |
| Perpustakaan Pusat (100) | SR9645 | 155.25 MUT b C1 | Tersedia |
| Perpustakaan Pusat (100) | SR9662 | 155.25 MUT b C5 | Tersedia |
Informasi Detail
- Judul Seri
- -
- No. Panggil
- 155.25 MUT b C1
- Penerbit
- Jakarta: Psikologi Corner, 2018
- Deskripsi Fisik
- 20 cm.; 213 hlm.
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 9786026595973
- Klasifikasi
- 155.25
- Tipe Isi
- -
- Tipe Media
- -
- Tipe Pembawa
- -
- Edisi
- Edisi 1
- Subjek
- motivasi
- Info Detail Spesifik
- -
- Pernyataan Tanggungjawab
- Muthia Sayekti/Penulis
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah